Ilmu bela diri sebenarnya sudah dikenal semenjak
manusia ada, hal ini dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan purbakala
antara lain: kapak-kapak batu, lukisan-lukisan binatang yang dibunuh dengan
senjata seperti tombak dan panah.
Bela diri pada waktu itu hanya bersifat
mempertahankan diri dari gangguan binatang buas dan alam sekitarnya. Namun
sejak pertambahan penduduk dunia semakin meningkat, maka gangguan yang datang
dari manusia mulai timbul sehingga keinginan orang untuk menekuni ilmu bela
diri semakin meningkat.
Tersebutlah pada 4.000 tahun yang lalu,
setelah Sidartha Gautama pendiri Budha wafat, maka para pengikutnya mendapat
amanat agar mengembangkan agama Budha keseluruh dunia. Namun karena sulitnya
medan yang dilalui, maka para pendeta diberikan bekal ilmu bela diri. Misi yang
ke arah Barat ternyata mengembangkan ilmu Pangkration atau Wrestling di Yunani.
Misi keagamaan yang berangkat ke arah Selatan mengembangkan semacam, pencak
silat yang kita kenal sekarang ini. Salah satu misi yang ke Utara menjelajahi
Cina menghasilkan kungfu (belakangan di abad XII, kungfu dibawa oleh pedagang
Cina dan Kubilaikhan kenegara Majapahit di Jawa Timur).